Senin, 19 Oktober 2009

SANG VIRUS YANG RUTIN MENGANCAM JIWA

SANG VIRUS
YANG RUTIN MENGANCAM JIWA

Sudah terbebas dari nyamuk demam berdarahkah lingkungan Anda? Hati-hati! Siklus lima tahunan Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mewabah di Indonesia. Sejak Januari hingga Februari lalu, data dari Departemen Kesehatan RI mencatat virus nyamuk Aedes aegypti ini telah menyerang lebih dari 12.294 penderita demam berdarah di Indonesia, 247 di antaranya meninggal dunia. (Kompas, 28 Februari 2004).

Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam.

Demam berdarah dengue/dengue hemorrhagic fever (DHF) adalah demamdengue yang disertai pembesaran hati dan manifestasi perdarahan.

Pada keadaan yang parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh dalam syok hipovolemik akibat kebocoran plasma. Keadaan ini disebutdengue shock syndrome (DSS).

Pada penderita dengan DSS kondisinya dengan segera memburuk. Ditandai dengan nadi cepat dan lemah, tekanan darah menyempit sampai kurang dari 20 mmhg atau terjadi hipotensi. Kulit dingin, lembab dan penderita mula-mula terlihat mengantuk kemudian gelisah.
Bila tidak segera ditangani penderita akan meninggal dalam 12 - 24 jam. Dengan pemberian cairan pengganti, kondisi penderita akan segera membaik.
Pada syok yang berat sekalipun, penderita akan membaik dalam 2 -3 hari. Tanda-tanda adanya perbaikan adalah jumlah urine yang cukup dan kembalinya nafsu makan.
Syok yang tidak dapat diatasi biasanya berhubungan dengan keadaan yang lain seperti asidosis metabolik, perdarahan hebat di saluran cerna atau organ lain. Perdarahan yang terjadi di otak akan menyebabkan penderita kejang dan jatuh dalam keadaan koma.

DKI Jakarta tercatat sebagai daerah endemi dengan jumlah korban terbanyak. Ironisnya, penyakit ini tidak pandang bulu. Yang kaya, miskin, tua, muda, anak-anak, maupun bayi menjadi sasaran nyamuk dengan badan berbintik putih ini.


Perjalanan Sang Virus

Bagaimana virus dengue itu bisa sampai ke tubuh seseorang? Nyamuk Aedes aegyptilah yang membawa virus tersebut, setelah sebelumnya menggigit penderita demam berdarah. Secara lengkap siklus perjalanan virus berlangsung dalam tubuh manusia dan nyamuk itu sendiri. Di dalam tubuh manusia berawal dari masuknya virus ke tubuh manusia melalui liur nyamuk. Virus ini kemudian berkembang dalam tubuh, misalnya di kelenjar getah bening, dan hati. Selanjutnya virus menyebar melalui aliran darah untuk menginfeksi sel darah putih dan jaringan getah bening lainnya.

Dalam tubuh nyamuk itu sendiri, virus berkembang biak dalam usus, indung telur, jaringan saraf dan lemak tubuh nyamuk. Selanjutnya virus berkembang biak dalam kelenjar liur, dan jika nyamuk menggigit manusia maka siklus transmisi akan berlanjut. Virus itu berasal dari nyamuk yang menelan darah penderita.


Informasi : Buletin info Sehat edisi XV dan beberapa sumber lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOMENTAR ANDA?

FREE WEB HOSTING

Free Website Hosting

ABOUT ME

Foto saya
JAKARTA BARAT, DKI JAKARTA, Indonesia
MARI BERGABUNG

Pengikut

Cari Blog Ini

Powered By Blogger